Saat Tepat Gunakan ANTIBIOTIK Bagian 3

Selain bijak mempergunakan antibiotik oral, tolong dicatat bahwa pemakaian salep antibiotik juga tak diperlukan, kecuali untuk infeksi mata. Demikian pula penggunaan lebih dari satu antibiotik—kecuali TBC atau infeksi berat di rumah sakit—agar dihindari. Jika anak terpaksa menjalani suatu operasi, untuk mencegah infeksi, sebenarnya antibiotik tidak perlu diberikan dalam jangka waktu lama. Bahkan, pada operasi besar, seperti jantung, antibiotik cukup diberikan untuk dua hari saja.

Lantas, apa akibatnya bila kita menggunakan antibiotik secara tidak bijak dan tidak tepat? Silakan Mama Papa simak dalam boks “Efek Samping” dan “Bakteri ‘Baik’ Ikut Terbasmi”. Nah, kini semakin jelas ya, Mam n Pap, mengapa kita harus menggunakan obat secara bijak!

Beberapa fakta tentang penyakit

? Obat pereda gejala batuk-pilek tidak dianjurkan penggunaannya untuk anak, karena tidak efektif dan berpotensi memicu efek samping obat.

? Penelitian membuktikan, anak-anak yang sering mendapatkan antibiotik untuk penyakit akibat infeksi virus, justru akan semakin mudah sakit.

? Antibiotik adalah obat bagi penyakit yang disebabkan infeksi bakteri, bukan virus.

? Pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat membunuh bakteri-bakteri baik dalam tubuh kita dan menjadikan tubuh rentan penyakit.

? Demam bukanlah penyakit, melainkan respons tubuh terhadap sesuatu, salah satunya infeksi. Demam pun membuat sistem pertahanan tubuh jadi lebih baik dalam memerangi infeksi kuman.

? Jika anak sakit, orangtua perlu melakukan observasi kondisinya dari waktu ke waktu sambil mencari tahu penyakit yang sebenarnya. Caranya bukan dengan cepatcepat menghentikan gejalanya, seperti demam, batuk, pilek, atau muntah.

? Batuk, pilek, muntah adalah cara tubuh membuang virus dan bakteri dari saluran napas. Sementara diare (mencret) menghalau kuman keluar dari saluran cerna.

? Yang perlu orangtua lakukan bukan segera menghilangkan batuk, pilek, muntah, atau diarenya, tetapi melihat adakah kegawatdaruratan yang dialami anak. Apakah anak mengalami sesak napas bersamaan dengan batuk-pileknya? Apakah anak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) bersamaan dengan muntah-mencretnya? Jika itu terjadi, segera ke dokter.

? Lakukan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya dehidrasi, yaitu dengan memberikan cairan (minum) sesering mungkin atau jika perlu berikan oralit.

Simak juga website mendidik dan merawat anak agar menjadi orangtua yang baik dan benar. Sehingga anak berkembang dengan baik.