Saat Tepat Gunakan ANTIBIOTIK

Sebanyak 86,1% rumah tangga di Indonesia menyimpan antibiotik di rumah tanpa resep dokter. Astaga! Itu hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2013 Kementerian Kesehatan, sedangkan studi WHO (2005) menemukan, 50% resep di puskesmas dan rumah sakit di Indonesia mengandung antibiotik. Sementara survei nasional 2009 menemukan, antibiotik diresepkan untuk penyakit-penyakit akibat virus, seperti diare akut dan selesma (common cold) dan in­fluenza (sering disebut sebagai ­flu).

Sebetulnya, tidaklah terlalu mengejutkan hasil riset/suvei di atas bila mengingat perilaku konsumen yang menganggap antibiotik sebagai obat “dewa” yang ampuh menyembuhkan semua gejala/penyakit. Padahal, gejala ataupun penyakit yang umum dialami anak seperti demam, batuk, pilek, diare, alergi atau radang tenggorokan, umumnya disebabkan oleh infeksi virus, sehingga sama sekali tak membutuhkan antibiotik.

Jadi, pemberian antibiotik untuk aneka kondisi tersebut, bukan hanya tidak tepat, tetapi juga tidak berguna dan merugikan. Seperti sudah disinggung di tulisan sebelumnya, antibiotik adalah obat untuk membunuh infeksi bakteri dan tak dapat mematikan virus. Penelitian membuktikan, di seluruh dunia setiap hari diresepkan jutaan antibiotik bagi pasien infeksi virus.

Padahal, mayoritas penyakit pada anak disebabkan oleh infeksi virus, yang sama sekali tak membutuhkan antibiotik. Penyakit yang disebabkan virus tak perlu obat-obatan karena akan sembuh dengan sendirinya. Obat-obatan yang diberikan sekadar memberikan sedikit rasa nyaman, bukan menyembuhkan penyakitnya.

KAPAN BUTUH ANTIBIOTIK?

Ketahuilah, sejak lahir manusia dibekali sistem imunitas yang canggih. Saat diserang penyakit infeksi, sistem imunitas tubuh terpicu lebih giat lagi. Infeksi karena virus hanya bisa diatasi oleh sistem imunitas tubuh. Apabila memungkinkan, konsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat cukup.

Apabila merasa tidak nyaman, sakit kepala, sakit sendi, dan sebagainya, jika perlu, diberi obat penurun panas. Tingginya suhu tidak berarti infeksinya lebih berat, obat “penurun” panas bisa diberikan apabila suhu di atas 38,5 derajat Celsius ketika anak merasa sangat tidak nyaman. Nah, antibiotik baru dibutuhkan anak ketika terserang infeksi yang disebabkan bakteri.

Selain menjaga kesehatan anak juga penting untuk memberikannya pendidikan bahasa. Kursus pembelajaran bahasa perancis terbaik merupakan pilihan tepat untuk anak agar mendapatkan bekal bahasa asing di kemudian hari.