Tradisi Ramadhan di Indonesia

Sebagai bangsa yang mayoritas penduduknya muslim dan terdiri dari ribuan suku, Indonesia kaya akan tradisi menjelang dan selama ramadhan. Setiap suku memiliki ritualnya sendiri, baik ritual menyambut ramadhan maupun selama ramadhan. Walau ada beragam ritual, namun mereka memiliki kesamaan. Secara umum ritual menyambut ramadhan adalah :

Ziarah Kubur
Orang Jawa menyebutnya nyadran atau nyekar yang dilakukan mulai seminggu sebelum puasa. Nyadran berasal dari kata sadran yang berarti ruwah sya’ban, yaitu bulan sebelum ramadhan. Nyadran ditandai dengan tradisi membersihkan makam keluarga dan kerabat, menaburkan bunga lalu berdoa. Di Banyumas ziarah kubur ini disebut perlon unggahan. Masyarakat Desa Pekuncen, Jatilawang, Banyumas biasanya akan berziarah ke makam leluhur Bonokeling dengan nyeker tanpa alas kaki sambil mengusung nasi ambeng.

Mereka akan mendoakan para leluhur, setelah itu masyarakat dari enam kasepuhan ini Kasepuhan Kyai Mejasari, Kyai Padawirja, Kyai Wiryatpada, Kyai Padawitama, Kyai Wangsapada, dan Kyai Naya Leksana akan makan nasi ambeng bersama warga setempat. Nasi ambeng ini berupa nasi bungkus, dengan lauk serundeng sapi dan sayur kuah, yang melambangkan berkah ramadhan.

Mandi Bersama
Dalam islam diajarkan bahwa sebelum melakukan puasa, orang harus bersuci atau mandi dari ujung rambut hingga ujung kaki. Di Jawa ritual mandi ini disebut padusan, biasanya dilakukan beramai-ramai di mata air atau sungai. Sedang masyarakat Minangkabau menyebut ritual ini mandi balimau atau mandi memakai air jeruk nipis. Istilah balimau muncul karena di masa lalu, saat sabun belum digunakan, orang Minang mandi menggunakan jeruk nipis.

Ritual mandi bersama dilakukan di sebuah kolam besar dimana antara kolam pria dan wanita di pisah guna memberikan kenyamanan bagi orang yang sedang menjalankan ritual tersebut. Air kolam berasal dari sungai bersih yang jaraknya tidak begitu jauh. Untuk mengisi air di dalam kolam menggunakan pompa air dan genset Perkins besar yang mampu mengalihkan air dari sungai ke dalam kolam. Kenapa menggunakan genset perkins ? Sebab harga genset perkins 30 kva di palembang lebih terjangkau daripada merk yang lainya.

Berbagi Makanan atau Selamatan
Orang Jawa, khususnya Jawa Timur di Lamongan, Tuban, Malang, dan Surabaya menyebut berbagi makanan ini dengan megengan. Bentuknya dapat berupa saling menghantar kue apem, nasi dan lauknya, kepada para tetangga dan kerabat. Di Aceh, tradisi ini disebut meugang. Masyarakat Aceh akan menyembelih sapi, kambing, ayam atau itik lalu memasak dagingnya. Hasil masakan kemudian dibawa ke masjid untuk dinikmati bersama tetangga dan kerabat.

Sedang masyarakat Minang mengadakan selamatan dengan malamang. Mereka membuat lemang dengan bahan beras ketan yang dimasukkan ke buluh bambu beralas daun pisang. Lemang lalu disiram dengan santan dan dipanggang dengan kayu bakar selama beberapa jam. Lemang akan disuguhkan dengan bersama tapai sipuluik yang terbuat dari beras ketan hitam atau merah. Jika sedang musim durian, lamang dihidangkan bersama buah durian. Malamang dikerjakan oleh beberapa orang.

Ada yang mencari bambu untuk tempat adonan, mencari kayu bakar untuk memanggang lamang, mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat lamang seperti beras ketan, santan, dan daun pisang. Ada pula orang yang mempersiapkan adonan dan memasukkannya ke dalam bambu Orang Betawi menyebut selamatan ini dengan nyorog, yaitu mengirimkan makanan kepada keluarga yang lebih tua seperti bapak, ibu, mertua, paman, kakek dan nenek. Jika dulu nyorog berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya, kini banyak berupa kue lebaran, sirup, bahan makanan dan minuman.

Selain mengingatkan bahwa ramadhan segera tiba, tradisi ini juga berfungsi mempererat silaturahmi. Sedang warga Kampung Islam Kepaon, Karangasem, Bali akan menggelar acara megibung sebagai bentuk selamatan. Mereka akan duduk melingkar dan makan nasi beserta lauk pauknya bersama-sama. Masyarakat Sunda menyambut datangnya ramadhan dengan tradisi Mungguhan. Mereka akan berkumpul bersama keluarga besar, sahabat, dan teman-teman untuk saling bermaafan sambil menikmati sajian makanan khas.