Berprestasi Lewat Olahraga

Dengan kemampuan motorik yang makin sempurna, anak dapat berprestasi lewat olahraga. Di usia sekolah (6—12 tahun), kemampuan motorik anak semakin sempurna. Kita bisa memberikan aktivitas yang lebih terkontrol, terkontinuiti, terukur, dan lainnya. Berikut beberapa kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak.

1. Jalan Pagi Tak hanya jalan santai biasa, tetapi usahakan lebih terukur dengan target-target tertentu yang setiap kali jalan ditingkatkan. Contoh, jalan pagi di taman perumahan, hari ini ajak anak berjalan hingga 2 putaran, di hari berikutnya tambah menjadi 3 putaran, 4 putaran, dan seterusnya. Dengan begitu, tubuh anak akan bertambah kuat dan bugar. Meski dilakukan santai, sebaiknya tetap terukur; dilakukan secara kontinu, tanpa henti, selama 30 menit sampai 1 jam untuk meningkatkan kinerja jantung dan paru-paru. Tentu perhatikan kemampuan anak, jangan sampai ia merasa terpaksa atau tidak kuat.

2. Bersepeda Jika di usia sebelumnya (balita), bersepeda hanya sekadar hiburan, sekarang kita bisa menjadikannya sebagai sarana untuk meningkatkan kesehatan anak. Kita bisa mengajak anak bersepeda dengan jarak tertentu dan waktu tertentu, seperti: bersepeda di sebuah taman kota dengan tujuan meningkatkan kemampuan motorik dan kesehatan anak.

3. Outbound Banyak aktivitas di dalam outbound. Anak bisa berjalan di pematang sawah, menanam padi, menyeberangi sungai, menangkap ikan di kolam, mengayuh perahu, memandikan kerbau, berjalan di papan titian, meluncur di ­ ying fox, dan banyak lagi. Semua kegiatan ini menstimulasi kemampuan motorik, ketangguhan, mencari solusi, bekerja sama, keberanian, menjaga keseimbangan, lebih mengenal alam, dan banyak lagi.

4. Permainan Tradisional Banyak permainan tradisional yang bisa dilakukan bersama-sama, seperti: petak umpet, galasin, bola bekel, congkak, tak kadal, dan lainnya. Disamping melatih motorik anak dan menjalin kelekatan anak dengan orangtua, juga melestarikan permainan-permainan masa kecil kita dulu.

Gerak sangat penting sekali untuk anak agar kemampuan motoriknya berkembang. Selain itu juga gerakan badan juga menyehatkan dan membantu merangsang pertumbuhan tulang juga agar kuat. Selain olahraga, untuk anak yang akan menghadapi toefl, berikan ia pelatihan di lembaga pelatihan persiapan TOEFL Jakarta.